Jumat, 26 September 2014

Lampiran review perkuliahan selama satu semester Matkul ILMU FILSAFAT


-          FILSAFAT ILMU DAN METODA BERFIKIR
Filsafat Ilmu obyek kajiannya yaitu ilmu, bukan filsafat


-          ILMU PENGETAHUAN
Pengukuran Ilmu yaitu :
1.       Obyektif (logis)
2.       Bisa di ukur
3.       Empiris
4.       Metode Ilmiah
Ilmu itu sains dan pengetahuan itu knowlage, keduanya dpat di bedakan dalam cara krja mendapatkannya.
Pengetahuan tidak memakai prinsip-prinsip ilmu.
Ilmu itu teori sedantgkan pengetahuan itu bukan teori.
Imam Al ghazali (yang anti akan empiris) mengatakan bahwa yang terlihat itu terkadang menipu seperti contohnya Fatamorgana (dari kejauhan dan dari dekat berbeda ketika dilihat)
-          FILSAFAT :
1.       Radikal
2.       Universal
3.       Sistematik
4.       Ada unsur subyektif
5.       Kebenaran Filsafat bisa di ragukan
Filsafat                Ilmu                teknologi
Membatasinya dengan                  Filsafat Ilmu.

-          TEORI DASAR METAFISIKA
“Aku ada karena Dia ada, atau
Dia ada karena aku ada
Akankah Dia ada, jika aku tidak ada
Atau Dia tetap ada meskipun aku tidak ada
Islam memandang
Tidak ada Ilah kecuali Allah
Tidak ada Tuhan kecuali Tuhan
Tidak ada Dewa kecuali Dewa
Tidak ada Pangeran kecuali Pangeran
Jika disebut tidak ada Tuhan kecuali Allah,
Seolah-olah di langit sana terdapat banyak Tuhan. Padahal dilangit sana, hanya ada satu Tuhan, satu Allah, satu Dewa, satu Pangeran, yaitu Tuhan atau Allah kita semua.”

-          SUMBER PENGETAHUAN
                     Socrates berkata :
“Penentu alam itu tergantung manusia, bukan alam, alam akan hadir oleh persepsi manusia”
                     Makrokosmos yaitu manusia bukan Alam, jadi yang membutuhkan alam adalah manusia.
                    
                     Akal budi ada pada manusia
                     Alam yaitu microkosmos
                     Takdir manusia terletak bukan pada alam tapi tergantung pada diri manusia itu sendiri.
                     Akal                   manusia                    mempunyai pilihan
ada resiko
                        Kreatifitas berfikir                 rasionalitas                     manusia sebagai manusia  
                        Otak == Akal.
Fungsi akal (Ibnu Sina) adalah membuat kotak-kotak kehidupan
Unsur-unsur kebinatangan (Nabati)                   
 


                                     An-Naasu             Bashar          hati Nurani            menyatukan kotak-kotak kehidupan

                                       Insan

-          SUMBER ILMU PENGETAHUAN
1.  Timur                Bayan
                        An Naas
                        Insan

2.       Barat             Empiris
Rasional

                      Modern                 tidak di akui karena tidak empiris dan rasional
                      Mengajar              berdimensi ke-Tuhan-an
                                                       Persoalan : sholat karena takut neraka
                      Agent restorasi                   Tuhan                                                                Allah                        
                                                                        Nabi/Rasul                                                       Ad-Din             Agen Restorasi
                                                                                                                                                                                              Insan
                                                                                                                                                      An Naas                       An Naas  
                                                                                                                                                                                                Basyar
                Didalam Al Qur’an terdapat penyebutan tentang manusia dengan berbeda bahasa. Yaitu :
1.       Basyar yaitu Unsur terendah dalam watak dasar kemanusiaan/unsure Nabati
Akal       makhluk yang hanya memiliki pilihan adalah manusia karena memungkinkan mempunyai ruang untuk memilih.
Rasionalitas (pendekatan Filsafat)

Otak              yang akan mendorong manusia ke tingkat hayawaniyahnya.

2.       An-Nas
3.       Insan
Nabatiyah
Unsur manusia                          Hewaniyah
                                                        Malakiyah
-           
-          META KOGNITIF
                                Hati, kebenaran itu diukur oleh subjektivitas hatinurani
                                Pikiran, kebenaran itu diukur oleh keruntutan logika
                Diukur oleh inner subjektif aktivitas indrawi     


(tidak ada Ilmu yang tidak dilahirkan dari keraguan)

-          HERMENETIKA (FILSAFAT)
Hermes (ahli bahasa yang dapat mengalihkan bahasa Tuhan (langit) ke bahasa bumi.

Sarana berfikir Ilmiah

Bahasa adalah arbitrase (kesepakatan) yang dipakai dalam konten social pada waktu itu.
Jenis bahasa ada 2 : Bahasa Lisan (dinamis) dan Bahasa Tulisan (terikat).

“Ikhlas adalah menempatkan Allah sebagai puncak segala kemestaan”
“ketunggalan wajah hanya milik Allah, kita tidak boleh membuat wajah tunggal”

-          TELELEOLOGIS
= yg dapat berubah secara dinamis seperti alam yg selalu berubah dan bergerak secara alami (dinamis)
Orang pintar adalah orang yang berjalan diatas wilayahnya orang pintar
Metode berpikir ilmiah
1.       Metode berpikir ilmiah melalui induktif/induksi memakai logika statistika (logika peluang)= berdasarkan pengalaman2 empiris yang kita tarik ke dalam logika.
2.       Metode berpikir ilmiah melalui deduktif/deduksi memakai logika matematik (logika pasti)= tidak bisa kita bantah tetapi tidak bisa kita buktikan.
3.       Intuisi wahyu

“Menjadi orang baik itu butuh informasi tentang yang tidak baik ( prof. Cecep)”

“jika anda ingin menulis, tulislah sesuatu di pagi hari setelah bangun tidur dan jadikan aktivitas pertama, jangan sampai membaca ulang tulisan anda selama 4 bulan/sampai tuntas tulisan itu. ( prof. Cecep)”

“ketika kita suka, maka kita tidak akan pernah memikirkan yang lain seperti honor. ( prof. Cecep)”

Sabtu, 10 Mei 2014

WAWANCARA : MENANAMKAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH


A.     Identitas Sekolah
Nama Sekolah              : SMP Negeri 2 Indramayu
Alamat Sekolah            : Jl. Yos Sudarso Kelurahan Margadadi Kecamatan Indramayu Kabupaten Indramayu. Telp. (0234) 272824 Indramayu 45211

B.     Pelaksanaan Wawancara
Hari/ tanggal                 : Jum’at, 2 Mei 2014
Narasumber                 : Hafsah, MA

C.     Dialog Antara Pewawancara dan Nara Sumber
Topik : Menerapkan Karakter Religius Setiap Pagi Hari di Sekolah
Pewawancara (W) : Indra Nurul Hayat, S.Pd.I
Narasumber (N) : Hafsah, MA (Guru Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 2 Indramayu Kabupaten Indramayu)

W : Assalamu’alaikum. Saya perhatikan setiap pagi di sekolah ini sangat disiplin, tertib dan nyaman.  apakah yang sekolah terapkan dalam mendidik siswa?
N : Wa’alaikumsalam. Alhamdulillah sekolah ini setiap pagi hari terlihat sangat disiplin, tertib dan nyaman. Dalam mendidik siswa setiap pagi sekolah mengharuskan semua siswa tepat waktu masuk ke sekolah dan diharuskan mengikuti kegiatan ngaji bersama selama 15 menit di halaman sekolah.
W : Siapa sajakah yang mengikuti kegiatan pagi ini ?
N : Yang mengikuti yaitu seluruh siswa dan para guru, bukan hanya mereka saja tetapi Kepala Sekolah juga ikut beserta semua staf tata usaha di sekolah ini.
W : Bagaimana penerapan kegiatan ini di sekolah bu ?
N : Penerapannya, setiap pagi hari selasa sampai hari kamis siswa berkumpul dilapangan dengan membawa al-qur’an masing-masing dan memulai membaca surat-surat pendek dari surat Al-Fatihah sampai surat Adh-Dhuha secara bersama-sama dengan dibimbing oleh para wali kelas. Pasti kamu tanya kenapa hari senin, jum’at dan sabtu tidak ada ? karena hari senin itu ada Upacara bendera.hari jum’atnya kegiatan lain yaitu dzikir bersama dengan membaca asma’ul husna dan dilanjutkan dengan siraman rohani dari kepala sekolah dan guru yang terjadwal untuk mengisi siraman rohani.  
W : Siapa sajakah yang bertanggung jawab dalam pelakanaan kegiatan pagi hari di sekolah ini bu ?
N : Seluruh guru yang berada di dalam lingkungan sekolah, dan khususnya guru pendidikan agama yang memeran peran utama.
W : beraapa lama kegiatan ini berlangsung bu ?
N : kegiatan setiap pagi hari ini di mulai dari pukul 07.00 wib sampai dengan pukul 08.00 wib, atau tepatnya sebelum KBM di mulai.
W : Bagaimanakah menyikapi siswa yang tidak mau mengikuti kegiatan pagi hari ini ?
N : Memang tidak semua siswa mau mengikuti peraturan dan kegiatan di sekolah, maka sebagai guru kami tidak pernah bosan untuk menegur dan menasehati siswa kami. Biasanya siswa yang tidak mau mengikuti kegiatan ini bukan karena tidak mau tetapi karena telat berangkat kesekolah, mereka akan tetap harus mengikuti kegiatan apabila kegiatan masih berlangsung dan mereka ditempatkan di depan teman-teman mereka yg tepat waktu, baru setelah kegiatan selesai siswa akan kami tegur dengan menasehatinya.
W : Baiklah bu, terima kasih banyak atas informasi dan kesediaan waktunya. Semoga informasi ini dapat berguna baik bagi saya, dan bagi semua guru. Semoga SMP Negeri 2 Indramayu ini semakin maju dan  bisa menjadi contoh yang baik bagi sekolah lainnya. Amin. Wassalamu’alaikum.
N : Sama-sama mas, amin. Wa’alaikumsalam.

D.    Hasil Wawancara
1.      Nilai-nilai yang ditanamkan dalam sekolah ini meliputi : kedisiplinan, ketertiban, kereligiusan, dan lainnya. Salah satu karakter yang diterapkan dalam sekolah ini adalah menerapkan kedisiplinan dan kereligiusan dilingkungan sekolah dan mengembangkan kereligian siswa.
2.   Cara yang digunakan untuk membuat siswa disiplin dan religius adalah dengan melakukan kegiatan ngaji dan dzikir bersama setiap paginya sebelum kegiatan belajar di mulai. Strategi yang digunakan oleh guru adalah dengan menanamkan sikap religi dengan dzikir dan mengaji dilingkungan sekolah.
3.      Manfaat yang didapat :
a.       Untuk siswa
·        Siswa akan terbiasa untuk disiplin dan mengaji
·     Siswa bukan sekedar mengaji, berdzikir dan mendengarkan siraman rohani tetapi juga mampu mengimplementasikannya di rumah masing-masing dan yg sebelumnya tidak bisa mengaji, bisa belajar membiasakan mengaji.
·        Dengan lingkungan sekolah yang disiplin dan religi, suasana belajar pun menjadi lebih nyaman dan tentram.
b.      Untuk Sekolah
·        Suasana lingkungan sekolah menjadi lebih nyaman, disiplin dan tertib
·        Meminimalisir datangnya penyakit kurang disiplin dan tidak bisa mengaji.
·        Sekolah akan lebih meningkatkan kualitas sekolah
·   Adanya penilaian yang positif dari masyarakat, baik masyarakat orang tua siswa maupun masyarakat umum.
·      Insya Allah sekolah akan menjadi lebih maju dan mampu melahirkan generasi penerus yang berkualitas, berguna bagi Agama, Bangsa, dan Negara.



Meresensi Buku “Filsafat Pendidikan Islami” Karya Prof. Dr. H. Jamali Sahrodi, M. Ag.

Nama Mahasiswa    : Indra Nurul Hayat
NIM                            : 14136310023
Mata Kuliah             : Filsafat Pendidikan Islami
Program Studi         : Pendidikan Agama Islam
Semester                    : II (dua)
Dosen Pengampu    : Prof. Dr. H. Jamali Sahrodi, M. Ag.
Tugas                         : Meresensi Buku “Filsafat Pendidikan Islami”
                                      Karya Prof. Dr. H. Jamali Sahrodi, M. Ag.

Buku merupakan gudangnya ilmu dan membaca adalah kuncinya, buku ini termasuk salah satu dari “gudang” tersebut karena sebuah karya sumbangsih yang sangat besar bagi kaum pelajar khususnya tingkatan mahasiswa yang mungkin masih awam tentang filsafat pendidikan Islam.
Dalam menyusunan buku ini, penulis mengawalinya dengan menjelaskan mengenai Definisi Filsafat, Sejarah filsafat, Filsafat sebagai Teori atau Disiplin Ilmu, Filsafat Sebagai Cara Berpikir Kritis sampai Fungsi Filsafat yang terdapat didalam BAB I. Dari penjelasan yang ada di dalam BAB I ini mencerminkan pemahaman penulis yang dalam tentang filsafat.
Melalui buku ini, Prof. Dr. Jamali Sahrodi, M.Ag menuangkan pemikirannya dengan berusaha mengangkat problematika yang ada di dalam pendidikan Islam. Sehingga ciri dan karakteristik berfikir secara filosofis dengan menggunakan akal fikiran sebagai alat utamanya untuk menemukan hakikat (ontologi), proses yang sistematis (epistemologi) dan nilai guna (aksiologi) segala sesuatu berhubungan dengan ilmu.
Bukan resensi namanya jika tidak ada Kritik dan saran, tentang penulisan sebuah buku biasanya pasti diawali dengan BAB I yang berisikan diantara salah satunya Pendahuluan. Namun dalam buku yang bapak tulis BAB Pendahuluan ditulis pada BAB II karena itu lebih baik menurut hemat saya persoalan tentang Pendahuluan lebih standarnya dan agar lebih dapat dimengerti seperti buku-buku yang lainnya diletakan di awal pembahasan.