Jumat, 29 Maret 2013

KUNCI HADRAH


MANAKI (1)

INTRO                   D T  DD T
DASAR                  DTT DDDT T TT
NAIK                     TTTT TDDD DDDD DDTT
                               TTDT TTTT TTDT TD
ANGKATAN         T . TTTT TTTT TTDT TD (2X)
                               T . TTTT TTTT TTDT TD (3X)
TURUN                 TTDT TDDT TTDT TD

NIKAHI (2)

INTRO                   D T  DD T
DASAR                  D’T D DDT TD
NAIK                     TTTT TTTD DDDD DDDD
                               TTT D TTTT TTT D TTTD
ANGKATAN         T.T.T TTTT TTT D TTTD (2X)
                               T.T.T TTTT TTT D TTTD (3X)
TURUN                 TTT D TTTDD TTT D TTTD’

Kamis, 07 Februari 2013

Menginginkan itu ke-2

“Saatnya bersantai ria di Perpustakafe milikku”, dalam hati kuberbisik pada diri sendiri
Badan ini terasa lelah setelah mondar mandir melayani para tamu yang singgah di Perpustakafe ku, mereka dari berbagai profesi dan usia, ada yang berbaju rapih lengkap dengan dasinya seperti para pengusaha muda atau memang Mahasiswa sehabis pulang PPL….. (Praktek Pengalaman Lapangan). Ada juga anak SMA dengan bergerombolan seperti Gengster atau Geng Nero, sepertinya mereka dari SMK PGRI atau SMK 1 IM atau SMA 2 IM, ah..masih skitar BUKI, pokoknya pake baju SMA putih abu-abu, Ntah dari mana…

“Daripada mikirin darimana para tamu yang tadi singgah disini, mending ngelamun dulu ah”, aku memulai lamunanku dengan membaca basmalah (kaya blajar aj)… ngelamun dimulai :D
Teringat satu peristiwa yang tak akan pernah ku lupakan sewaktu menempuh jenjang Strata 1 di Universitas Wiralodra Indramayu atau yang disingkat dengan UNWIR, waktu itu skripsi telah slesai ku buat dan siding pun telah ku lalui, pastinya wisudapun telah terlaksana soal’y sekarang saya kan sudah dapat gelar S.Pd.I atau Sarjana Pendidikan Islam, awas bukan Sarjana Paduan bawe Islam… salah kaprah itu.. trus satu kegiatan agy yang belum pernah dilakukan di Fakultas ku yaitu MaPer (Malam Perpisahan), memang kaya anak SMa tapi waktu itu sangat mengesankan sekali… banyak pertunjukan yang ditampilkan oleh anak semester bawah atau Junior2 ku dulu, mungkin mereka sudah wisuda jga sekarang…. Dari semester ku juga ada diantaranya film documenter semasa bersama diputar ulang dengan kemasan yang kreatif, dimulainya film Dokumenter “mengukir sejarah dengan senyum dan tawa”. Film ini dikemas dengan dibagi ke dalam 3 katagori, ada masa-masa tersenyum n tertawa yang sempat didokumenterkan dalam video n foto, masa-masa romantis yang terekam dan masa-masa kegalauan yang sempat tersimpan……

MaPer sebenarnya inisiatif semester ku yang sangat kompak, kita nga ingin setelah selesai kuliah, bubar jalan seakan tak pernah bersapa senyum n berkenalan sbelumnya… kita inginkan sesuatu yang bias dikenang, masa ketika masuk kuliah ada MaKrab ( Malam Keakraban) tapi ketika keluar kuliah tak ada apa2, justru itu yang melatar belakangi ide ini….

Kreasi-kreasi yang ditampilkan sungguh kreatif n dinamis, panggung didepan Fakultas n penonton lesehan dibuka dengan penampilan La Tahzan (grup Rebana di FAI yang tampil tuk trakhir kali), diteruskan dengan Grup Band Filosophia (yang terpaksa manggung agy) dan Grup BoyBand Dengal Dengul (karya sekarepe Dwek), setelah itu ada hiburan dari anak teater 28 (poenya masa depan) yang dideklarasikan n ku pimpin ini menampilkan teater realis dengan judul “Tak Ada Kata Akhir” ( sutradaranya diriku sendiri) dengan mendapatkan sambutan yang meriah dari para penonton, setelah itu barulah acara yang ditunggu-tunggu oleh semuanya yaitu…..?

 “hey…..,” suara tman mnyapa dengan keras n membangunkanku
“ah.., iya da pa ? kamu mengganggu aja, g tahu tah orang gi ngelamun”, aku terkagetkan n membrhentikan lamunanku..
“he he, salah kamu sendiri masa ngelamun nga kasihthu dulu, saya mau ngelamun gitu, spya saya thu..ha ha ha”. Sambil ketawa kya orang stress
“iyah, kmu nya juga masa ngelamun hsrus kasihthu… dulu !” tak tanggap dengan spontan
“iy dah, sana da tamu yang mau ktmu kamu.., ayank-moe” sambil menunjuk ke arak depan
“mana..!” aku langsung tersadarkan n menhampiri seseorang ddepan perpustakafe.

Bersambung klau ada tali untuk menyambungnya.. he

Kamis, 31 Januari 2013

MENGINGINKAN ITU

Langkah kakiku terhenti tatkala mataku menatap seorang pemuda yang telah lama aku kenal. ia berdiam diri didepan sebuah mushola, ia terlihat sedang galau (kata para remaja sekarang).
aku berusaha mendekatinya, mengajaknya untuk berbicara mengapa ia gundah gulana berpangku tangan seorang diri dan hanya ditemani oleh sebatang rokok yang terus ia hisap sampai hampir habis.

"hey, kawan...! lagi kenapa nie ?" tanyaku padanya
"hmmm, biasa..!" dengan nada rendah ia menjawab.
"kenapa sih ?, crita donk !!!, mungkin aku bisa bantu, barangkali he :)"
ia terdiam seakan sulit akan mengawali darimana ia hrus bercrita kan keadaannya sekarang.


"huh, gini kwan....!, sya gi butuh seseorang nie", ia akhirnya memulai pembicaraannya
"lah, butuh seseorang tuk apa nie ?, seorang cwe tah ? sinie saya bantu cariin.., masa' gara-gara nga da cwe aj galau!!!" ku tanggapi keluhannya dg tertawa kcil
"bukan masalah cwe kwan,.. tp btuh seseorang tuk bsa minjemin sya uang" ia mulai mninggikan nada suaranya
"oh, bilang donk dari awal.., sbner'y saya bisa bantu tp.....!"
"tapi knapa kwan ?" ia pnasaran
"tapi, sekarang ayo kita nongkrong ke Perpustakafe punyaku..!" ku ajak ia untuk bersantai dulu di tmpat tongkrongan punyaku
"dimna tuh kwan, kya'y asyik wat bersantai dari bnyaknya pikirann ini.., ayo" ia trlihat agak senang aku ajak tuk nongkrong
"di skitar Buki (Bunderan Kijang), ayo aj "

setelah sampai di Perpustakafe milik kerjasama aku dan kedua tmanku yang tergabung dalam AII COLLECTION (nama dari 3 orang pmilik perpustakafe), kami membuat minuman sendiri terlebih dahulu, karena terlihat ramainya perpustakafe jadi aku hrus melayani sendiri.
"hey, gmna tadi tentang pinjamannya?" ia mengingatkanku tentang pinjaman yg tadi aku sanggupi.
"oh, iya.. hampir lupa... berapa btihnya? " sambil langkahkan kaki ke bagian kasir untuk mengambil uang.

"seratus limapuluh aj" ia agak sdikit malu meminjam sdikit.
stetelah mengambil dari kasir

"ini, uangnya..hanya bisa seratus kawan, soalnya blum ada pmasukan agy.. maklum lah usaha masih kcil-kcilann.. "
sambil tersenyyum.
"nga apa2 kok, itu sudah lebioh dari cukup tuk bayar hutang"
"oh, tuk byar utang nie" tanggapku..
"iy, ya udah makasih ya kawan, ini minumannya gmna?" ia mgalihkan prhatian
"dihabiskan aj, gampang gratizz kok.."
"makasih banyak kawan," ia mnghabiskan minumannya n sambil mnjabat tanganku, ia pergi melangkahkan kaki keluar perpustakafe dengan raut muka penuh senyum tak seperti pertama ia masuk ke perpustakafe yang memakai muka agak mengkerut seakan belum disetrika.......


bersambung 1!11111111!9(999999((

Jumat, 14 Desember 2012

kata-kata dlam film 5 cm

cuplikan kata kata keren di 5 cm... selengkapnya ada di bioskop kesayangan kalian :)

“Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu. Dan… sehabis itu yang kamu perlu… cuma…”

“Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak berbuat dari biasanya, mata yang akan menatap lebih banyak dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas.”

“Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja….”

“Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya….”

“Serta mulut yang akan selalu berdoa….”

“Dan kamu akan selalu dikenang sebagai seorang yang masih punya mimpi dan keyakinan, bukan cuma seonggok daging yang hanya punya nama. Kamu akan dikenang sebagai seorang yang percaya pada kekuatan mimpi dan mengejarnya, bukan seorang pemimpi saja, bukan orang biasa-biasa saja tanpa tujuan, mengikuti arus dan kalah oleh keadaan. Tapi seorang yang selalu percaya akan keajaban mimpi keajaiban cita-cita, dan keajaiban keyakinan manusia yang tak terkalkulasi dengan angka berapa pun… Dan kamu nggak perlu bukti apakah mimpi-mimpi itu akan terwujud nantinya karena kamu hanya harus mempercayainya.”

Selasa, 11 September 2012

Ketergantungan masyarakat terhadap teknologi


Oleh: Marmi Panti Hidayah

Ketergantungan masyarakat terhadap teknologi, khususnya telepon selular atau ponsel, boleh dikata sudah sangat tinggi. Padahal, radiasi yang dikeluarkan oleh ponsel sangat berbahaya, terutama bagi kesuburan pria dan jaringan syaraf di otak.

Prof. Dr. dr. Susy Tjahjani, Mkes., dosen Universitas Kristen Maranatha Bandung juga merasakan bahwa masyarakat modern sekarang ini sangat tergantung dengan peralatan ponsel. Padahal, dia menegaskan bahwa kehidupan yang terlalu erat dengan ponsel bisa berpengaruh negatif kepada penggunanya. Penyebabnya adalah efek radiasi gelombang elektromagnetik yang ditimbulkan.


Radiasi elektromagnetik merupakan kombinasi medan listrik dan medan magnet yang berosilasi dan merambat lewat ruang dan membawa energi dari satu tempat ke tempat yang lain. Dalam hal ini, radiasi datang dari ponsel dan masuk ke dalam tubuh manusia.

Apa dampak buruk radiasi ponsel ini?

Menurut Susy, yang jelas, penggunaan alat tersebut secara terus-menerus bisa memengaruhi tingkat kesuburan. Itu sudah ada penelitiannya meski baru diujicobakan pada hewan. “Efek radiasi mengganggu pergerakan sel kelamin jantan (spermatozoa),” ujarnya, saaat berbincang dengan Vista.

Artinya, informasi yang menyebut bahwa radiasi ponsel menyebabkan kesuburan terganggu bukanlah mitos. “Bukan mitos, karena penelitian terhadap hewan sudah dilakukan. Untuk penelitian kepada manusia, dari lingkungan kita sendiri belum melakukan itu,” ujar guru besar di bidang kesehatan ini.

Selain dapat memengaruhi kesuburan, efek radiasi juga bisa memengaruhi kesehatan otak.
Namun demikian, lanjut peneliti pada kampus tempatnya mengajar itu, efek radiasi dapat dicegah melalui berbagai cara. Jadi, Anda bisa tetap sehat meski menggunakan ponsel.

“Misalkan daripada bicara melalui handphone, ada baiknya kita melakukan komunikasi melalui SMS saja. Terlalu lama bertelepon akan memengaruhi kesehatan otak,” ujarnya.

Bagi pasangan yang telah berumah tangga dan ingin segera memiliki keturunan, sebaiknya tidak terlalu sering menggunakan peralatan ponsel. Kurangi berbicara lewat telepon, dan tidak meletakkan benda-benda tersebut di tubuh, misalnya di kantong celana.

Ketika tidur, lanjut Susy, sebaiknya jauhkan tubuh dari peralatan teknologi tersebut. Sebab dalam kondisi hidup, ponsel tetap memancarkan radiasi kendati hanya digenggam, apalagi untuk bicara.

“Paling aman lagi gunakan hands-free untuk mendengarkan pembicaraan di handphone,” tandasnya. Penggunaan hands-free cukup aman, karena penggunaan ponsel tidak dilakukan secara langsung dan tidak menempel di telinga.